75

√ Bagaimana Struktur Organisasi Startup yang Ideal?

Struktur organisasi perusahaan yang ideal ada salah satu faktor yang melandasi kesuksesan sebuah perusahaan tersebut. Penting untuk perusahaan untuk mempunyai pondasi yang kuat agar bisa beroperasi dengan maximal.

Hal ini juga berlaku unutk perusahaan startup atau perusahaan yang baru dibuka. Struktur organisasi startup yang jelas akan memudahkan operasional perusahaan itu sendiri. Karena dapat membantu mendefinisikan peran dan tanggung jawab dengan lebih jelas.

struktur-organisasi-startup
sumber gambar : https://ruangmuda.com

Pada gambar diatas anda bisa mengembangkan struktur organisasi yang cukup ideal untuk perusahaan. Baik untuk internal perusahaan atau pihak-pihak eksternal. Struktur tersebut bergantung pada tiper dan tahapan perusahaan karna setiap perusahaan berbeda-beda tidak mungkin sama.

Semakin besar sebuah perusahaan, makin banyak departement dan posisi yang ia miliki. Gambar diaatas merupakan struktur ideal pada tahapan akhir sebuah startup.

Organisasi Perusahaan Startup yang Ideal

Menurut buku Startup Pedia karangan Anis Uzzaman, dibuku tersebut dijelaskan bahwa ada 6 anggota inti yang diperlukan kehadiranya pada tahap akhir sebuah perusahaan startup diantaranyaa : CEO, CTO, CFO, CMO, COO, dan WP penjualan.

Lalu apa saja peran dan tanggung jawab dari masing-masing anggota yang ada pada struktur organisasi perusahaan ini? Berikut Penjelasanya :

Baca Juga : Bingung Mau Usaha Apa ? Berikut 11+ Peluang Usaha Yang Menjajikan

CEO (Chief Executive Officer)

Titel yang satu ini sudah sangat umum kita jumpai dan kita dengarkan, terutama di sebagian besar perusahaan startup. CEO bertugas sebagai pemimpin dan perwakilan perusahaan. Sebagai seorang pemimpin, peran CEO dapat dikatakan yang paling penting.

Kualitas dari seorang CEO dapat menentukan masa depan perusahaan yang dipimpinya. Bukan hanya dari sisi internal, CEO juga diharapkan dapat menjaga hubungan dengan pihak-pihak eksternal contohnya seperti inverstor.

Pada umumnya, tugas seorang CEO mencakup beberapa hal yang ada di bawah ini :

  1. Membangun hubungan dengan inverstor.
  2. Menguraikan strategi bisnis perusahaan.
  3. Merancang dan mengkomunikasikan visi perusahaan.
  4. Memotivasi anggota team.
  5. Merekrut anggota team.
  6. Memprediksi trend pasar.
  7. Mengatur biaya dan anggaran.

CTO (Chief Technology Officier)

Terjadi sedikit perbedaan antara CEO (Chief Executive Officer) dengan CTO (Chief Technology Officier). CTO bertanggung jawab atas sebuah produk, posisi ini belum begitu penting disaat awal pembentukan perusahaan startup. Di masa-masa awal,perusahaan dapat menyediakan posisi manager produk.

Berikut adalah 3 tanggung jawab dari CTO (Chief Technology Officier) :

  1. Memahami dan mengadopsi perkembangan teknologi di era sekarang.
  2. Menyatukan pengembangan sebuah produk.
  3. Mengelola pengembangan produk.

CFO (Chief Financial Officer)

Pada saat kita berbicara tentang perusahaan startup, salah satu hal yang harus kita bahas adalah dana yang dibutuhkan agar perusahaan dapat beroperasi dengan baik. Untuk bagian ini, maka perusahaan perlu CFO (Chief Financial Officer).

Apa saja tanggung jawab dari CFO (Chief Financial Officer) :

  1. Membuat keputusan yang masih berhubungan dengan sumber daya manusia contohnya seperti merekrut, memecat, menggaji, keuntungan dan akusisi.
  2. Membentuk strategi penggalangan dana.
  3. Merumuskan dokumen keuangan.
  4. Membahas kesehatan keuangan perusahaan dengan CEO (Chief Executive Officer).

CMO (Chief Marketing Officer)

CMO memiliki tanggung jawab atas semua aspek pemasaran, yang meliputi riset pasar dan strategi kehumasan untuk menjaga citra baik perusahaan di mata publik.

Berikut beberapa tanggung jawab dari CMO (Chief Marketing Officer) :

  1. Mengembangkan startegi pemasaran sebuah produk.
  2. Melaksanakan riset pasar.
  3. Menjaga citra baik perusahaan.
  4. Menciptakan kampanye humas.

COO (Chief Operating Officer)

Semua hal yang masih ada kaitanya dengan operasional perusahaan menjadi sebuah tanggung jawab seorang COO (Chief Operating Officer). Akan tetapi masa-masa awal pembentukan startup, biasanya peran COO (Chief Operating Officer) dapat diambil alih oleh CEO (Chief Executive Officer).

Pada saat perusahaan startup sudah semakin besar dan berkembang, baru disarankan untuk merekrut COO (Chief Operating Officer).

Berikut adalah tugas atau wewenang dari COO (Chief Operating Officer) :

  1. Mengatur sebuah perusahaan.
  2. Berperan sebagai penghubung antara karyawan dan CEO (Chief Executive Officer).
  3. Berwenang mengatur bisnis inti.

WP Penjualan (Wakil Presiden Penjualan)

WP penjualan bertugas untuk membantu perusahaan agar mendapatkan hasil keuntungan. Lingkup kerjanya berhubungan erat dengan marketing dan juga penjualan.

Berikut 2 tugas dari WP Penjualan (Wakil Presiden Penjualan) :

  1. Mengembangkan strategi pemasaran dengan CMO (Chief Marketing Officer).
  2. Memahami kebutuhan konsumen dan mengembngkan nilai tambah yang lebih.

Apakah keenam inti struktur organisasi tersebut perlu ada di semua Perusahaan Startup?

Seperti yang sudah dijelaskan panjang lebar di dalam buku Startup Pedia, struktur organisasi perusahaan di atas adalah struktur yang sangat ideal pada tahap akhir pembentukan perusahaan startup.

Ini berarti tidak semua perusahaan startup sudah harus mempunyai keenam anggota inti yang dijelaskan di atas. Startup yang masih berada dalam tahap awal pembentukan dapat menyesuaikan model orgnisasi sesuai peran yang dibutuhkan perusahaan unutk masa perkembanganya.

Semoga dengan adanya konten ini bisa bermanfaat untuk anda semua yang ingin membangun perusahaan startup. Temukan konten mentoring bisnis Disini.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply