Perkembangan Sejarah Teori Atom Berdasarkan Para Ahlinya

Pada kesempatan yang bahagia ini dimasfan akan mengajak anda untuk memahami apa itu teori atom? Dari anda semua disini apakah sudah ada yang tau apa itu teori atom? Siapa saja yang mengemukakan teori ini?

Jika belum mari kita sama-sama mempelajarinya tenang saja rilex jangan tegang-tegang hehe. Semua sudah di rangkum di bawah ini jadi simak dengan benar penjelasan teori atom berikut ini.

Selamat Membaca !

Asal Usul Teori Atom

Atom berasal dari kata A yang artinya tidak dan Tom yang artinya dipotong-potong. Bisa disimpulkan bahwa penjelasan dari atom adalah tidak dipotong-potong.

Pengertian di atas merupakan penjelasan dari penemu teori atom pertama yakni John Dalton. John Dalton adalah orang pertama yang mengemukakan teori atom yang menurut kesimpulan beliau teori atom adalah bagian terkecil penyusun benda.

Artikel Terkait : Contoh Metamorfosis Sempurna dan Metamorfosis Tidak Sempurna

Bukan hanya John Dalton saja yang berani mengemukakan penjelasanya, namun ada J.J. Thomson juga mengemukakan penjelasnya bahwa aka nada banyak teori atom yang muncul kedepanya.

Banyak tokoh-tokoh yang bermunculan pada masanya nanti tutur J.J. Thomson diantaranya adalah Rutherford, Neils Bohr, Werner Heisenberg, dan Schrodinger. Berikut adalah penjelasan dari orang-orang yang pernah mengemukakan penjelasanya tentang teori atom.

Teori Atom John Dalton

Tokoh dari berkembangnya teori atom yang pertama kali adalah John Dalton. John Dalton mengemukakan pendapatnya pada tahun 1803 tentang atom yang di dasari oleh dua hokum yakni :

– Hukum Susunan Tetap (Hukum Prouts)
Hukum ini berisikan tentang perbandingan masa dalam suatu senyawa selalu tetap.

– Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
Hukum kedua tentang total zat massa sebelum bereaksi akan selalu sama.

Kelebihan Teori Atom John Dalton

Keunggulan teori atom yang di temukan oleh John Dalton yakni :

– Mampu membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom yang berikutnya.

Artikel Terkait : Contoh Jaring Jaring Makanan Lengkap Beserta Penjelasanya

Kelemahan Teori Atom John Dalton

Disetiap ada keunggulan pasti ada kelemahan, yah teori yang di temukan pertama kali ini memiliki kelemahan diantaranya :

– Tidak dapat menjelaskan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik secara baik.

Kesimpulan Teori Atom John Dalton

Berikut adalah beberapa kesimpulan mengenai pendapat dari John Dalton selaku penemu pertama teori atom ini. Ada 6 kesimpulan yang bisa kalian pahami diantaranya :

– Atom adalah partikel kecil dari suatu materi sehihngga tidak bisa dibagikan kepada bagian yang lebih kecil.

– Atom dapat diilustrasikan seperti bola pejal yang sederhana dengan ukuran sangat kecil.

– Atom-atom yang bergabung akan membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat.

– Atom tidak bisa diciptakan atau di hancurkan

– Penyusunan unsur harus menggunakan atom-atom yang sama.

– Penyusunan senyawa berupa atom dengan jenis yang berbeda namun masih sesuai unsur susunanya.

Artikel Terkait : Pengertian Rantai Makanan Lengkap Beserta Contohnya

Teori Atom J.J. Thomson

Dari masa ke masa teori atom semakin bekembang, pada perkemabanganya yang kedua teori atom ini di kemukakan oleh J.J. Thomson. Sedangkan Wiliam Crookers adalah orang yang menemukan tabung katode pada teori atom yang kedua.

Dengan tabung katode tersebut J.J. Thomson dapat memperkirakan bahwa sinar katode tersebut berupa partikel yang bisa menggerakan baling-baling yang letaknya berada di katode dan anode.

Dari hasil uji coba memberitahukan bahwa sinar katode adalah partikel penyusun atom yang bernilai negative. J.J. Thomson kemudian menyimpulkan bahwa atom adalah bola padat yang memiliki muatan positif dan didalamnya terdapat elektro yang bermuatan negative.

Kelebihan Teori Atom J.J. Thomson

– Penemuan kedua ini menjadi lebih baik bahwa atom bukan sebuah partikel kecil yang sehingga memberi jalan untuk teori kedepanya.

Kelemahan Teori Atom J.J. Thomson

– J.J. Thomson tidak dapat mengemukakan secara detail tentnag susunan muatan positif dan negative yang ada di dalam bola atom tersebut.

Kesimpulan Teori Atom J.J. Thomson

– Atom adalah bola pejal yang memiliki kandungan senyawa positif sedangkan di dalamnya menyebar muatan senyawa negative electron.

Teori Atom Rutherford

Teori atom yang ketiga ini di kemukakan oleh Rutherford. Beliau sudah menganalisis bahwa munculnya teori atom berdasarkan eksperimen yang sudah ia lakukan. Ia bersama Hans Geigerdan Erners Marsreden mencoba melakukan eksperimen yang sering kita kenal dengan hamburan sinar alfa.

Partikel-partikel alfa merupakan partikel yang memiliki senyawa positif dan bergerak lurus dan memiliki daya yang besar sehingga mampu menembus lembaran tipis kertas.
Pada awalnya percobaan ini hanyalah untuk menguji pendapat J.J. Thomson tentang atom yang berupa bola pejal yang memiliki kandungan negative.

Kemudian Rutherford memberi usulan untuk model atom yang menyatakan bahwa atom tersebut terdiri dari inti atom yang bermuatan positif yang di kelilingi oleh electron.

Kelebihan Teori Atom Rutherford

– Kelebihan yang dimiliki Rutherford mampu mengemukakan ide-ide tentang inti atom untuk pertama kali.

Kelemahan Teori Atom Rutherford

– Rutherford tidak mampu menjelaskan mengapa electron tidak jatuh ke dalam inti atom. Sedangkan electron yang mengelilingi inti atom mampu mengeluarkan energy pada saat electron dapat jatuh ke inti atom.

Kesimpulan Teori Atom Rutherford

– Didalam inti atom terdapat partikel senyawa netral yang fungsinya mengikat partikel senyawa positif supaya tidak saling tolak-menolak.

– Atom ini terdiri dari inti atom yang berukuran sangat kecil dan memiliki kandungan senyawa positif.

– Inti atom dikelilingi oleh electron yang bermuatan negative.

– Atom bukanlah bola pejal.

Teori Atom Niels Bohr

Tidak berhenti disitu saja perkembangan atom semakin naik pada tahun 1913, Niels Bohr memperbarui teori atom Rutherford menggunakan spectrum hydrogen.

Percobaan ini sangat memukau dengan gambaran keadaan electron mampu menempati di sekitar inti atom.

Penjelasan teori atom dari Niels Bohr ini melibatkan beberapa teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck.

Kelebihan Teori Atom Niels Bohr

– Niels Bohr mampu menjelaskan kekurangan dari teori atom Rutherford. Dan mampu menjelaskan mengapa senyawa electron tidak jatuh disekitar inti atom.

Kelemahan Teori Atom Niels Bohr

– Model atom yang seperti ini tidak dapat di jelaskan menggunakan spectrum warna dengan jumlah elektron yang sangat banyak.

4 Postulat Hasil Percobaan Niels Bohr

– Terdapat satu perangkat orbit tertentu yang diperbolehkan untuk satu electron dalam atom hydrogen. Lintasan ini dikenal dengan keadaan gerak stasioner electron.

– Elektron tidak dapat memancarkan energy selama electron berada dalam lintasan stasioner, jadi energy yang di keluarkan tetap tidak bertambah juga tidak berkurang.

– Elektron hanya bisa berpindah dari satu lintasan stasioner menuju lintasan stasioner yang lainya.

– Lintasan ini hanya di perbolehkan untuk sifat-sifat yang sudah ditentukan seperti momentum sudut.

Kesimpulan Teori Atom Niels Bohr

Atom asal muasalnya terdiri dari inti atom yang memiliki senyawa positif dan electron yang mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu. Lintasan-lintasan tersebut sering kita sebut dengan kulit electron atau tingkat energy.

Sedangkan untuk tingkatan energy yang utama atau yang paling besar berada pada kulit electron terluar. Semakin jauh dari inti atom maka kekuatan atau energinya semakin besar.

Teori Atom Modern

Teori atom modern memiliki nama lain yakni teori atom mekanika kuantum. Tokoh pertama dari teori ini adalah Werner Heisenberg beliau berasa dari Negara Jerman.
Erwin Schrodinger beliau melengkapi teori mekanika kuantum melalui semua persamaan dengan tujuan mendapatkan fungsi gelombang dari electron.

Erwin Schrodinger juga menemukan merumuskan bentuk dan tingkat enger orbital.
Orbital juga mampu menggambarkan tingkat energy electron, Orbital adalah ruang di sekitar inti atom. Orbital yang berkumpul dengan tingkat energy yang sama akan membentuk sub kulit.

Dari sub kulit yang bergabung ini akan membentuk kulit yang terdiri dari sub kulit dari beberapa orbital yang ada.

Kesimpulan Teori Atom Modern

Kumpulan electron yang mengelilingi inti atom mempunyai tingkat energy tertentu namun keberadaanya tidak bisa dipastikan. Gerakan electron mempunyai sifat bergelombang.

Gerakanya mengikuti penyelesaian kuadrat yang bergungsi sebagai gelombang gerakan ini sering disebut orbital. Orbital juga bisa digambarkan menggunakan tingkat energy electron.

Beberapa sub kulit yang bergabung mampu membentuk kulit. Kulit-kulit inilah yang dibuat dari beberapa gabungan orbital – orbital yang ada.

Sekian pembahasan tentang perkembangan teori atom, semoga dengan adanya ulasan ini mampu membantu anda dalam mencari ilmu atau wawasan tentang perkembangan atom.
Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk mampir ke halaman ini untuk lebih lengkapnya anda bisa mengunjungi https://dimasfan.com untuk mencari informasi lebih lengkapnya.

Tinggalkan komentar