Pengertian Tembang Macapat | Guru Gatra, Guru Wilangan, dan Guru Lagu

Pada sekolah dasar (SD) kita sudah di ajarkan pelajaran bahasa jawa materi tembang macapat bahkan di sekolah menengah pertama (SMP) kita tinggal hanya mengulan dan memperdalaM lagi ilmunya.

Tembang jawa merupakan warisan budaya yang harus kita rawat dan kita jaga. Oleh karena itu, kali ini kita akan mengulang kembali materi seperti aksara jawa, jenis-jenis tembang, dan geguritan secara lengkap agar kalian mudah untuk memahaminya.

Supaya kalian tidak lupa akan materi yang satu ini karena materi ini terus berkesinambungan sampai sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK). Berikut adalah pengertian, struktur, beserta contohnya.

Selamat Membaca !

Pengertian Guru Gatra

Pengertian guru gatra yaiku arane cacahing larik utowo baris saben pada (bait). Jika di terjemahakan ke dalam bahasa indonesia yang benar seperti ini di bawah ini.

Guru gatra : jumlah baris dalam setiap bait tembang macapat”.

Jadi, dalam setiap penyusunan tembang macapat pada jumlah baris setiap baitnya juga wajib diperhitungkan untuk menghasilkan tembang yang baik dan benar.

Kita bisa membuat lima baris, enam baris bahkan sampai tujuh baris dalam setiap bait karangan tembang macapat yang nantinya akan kia buat.

Artikel Terkait :  Pengertian Geguritan | Ciri-ciri, Unsur, Jenis, Beserta Contohnya

Pengertian Guru Wilangan

Pengertian guru wilangan yaiku cacahing wanda saben gatra utowo baris. Hal ini di artikan bahwa guru wilangan merupakan jumlah suku kata dalam setiap baris tembang macapat.

Untuk penulisan yang baik dan benar dalam tembang macapat jumlah suku kata dalam setiap barisnya jmerupakan komponen yang sangat penting. Karena guru wilangan ini termasuk dalam kategori 3 aturan pokok penyusunan tembang macapat.

Pada sebelas (11) jenis tembang macapat terdapat beberapa aturan jumlah suku kaa yang berbeda-beda meskipun tak dapat kita pungkiri bahwa antara tembang satu dengan tembang macapat lainya ada pula yang memiliki kesamaan dalam jumlah suku kata.

Contoh tembang macapat yang termasuk adalah tembang sinom dan pangkur. Kedua tembang ini juga memiliki kesamaan pada guru wilangan pada baris pertamanya.

Artikel Terkait : Kumpulan Arti dan Watak Tembang Macapat Terlengkap

Pengertian Guru Lagu

Pengertian guru lagu yaiku araning tibaning swara ing saben pungkasaning gatra. Jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia guru lagu adalah jatuhnya vocal dalam setiap barus tembang macapat. Yang di maksud jatuhnya vocal hampir sama dengan pantun atau parikan kalau dalam bahasa jawa.

Jika di sebuah pantun (bahasa indonesia) kita menyebutnya sajak jika dalam tembang (bahasa jawa) disebut guru lagu. Untuk bentuknya hampir sama dengan pantun yakni memiliki sajak A-B-A-B. Disini yang perlu kita pahami dengan benar adalah pola aturanya.

Pada sebuah tembang, kesamaan vokal di akhir kata tidak sama dengan pantun. Tetapi jika di lihat dengan seksama tembang lebih praktis dan mu dah di pahami dari pada pantun. Akhir kata dari pada tembang terdapat nama vokal yang ditujukan pada huruf vokal contohnya seperti (a, i, u, e, o).

Dalam pembuatan tembang yang baik dan benar kesamaan huruf vokal di akhir kata tidak harus sama pada pantun melainkan bisa di letakan di tengan maupun akhir kata. Kita ambil contoh yakni”Sinawung Resmining Kidung” Dari syair yang berhuruf tebal memiliki vocal yang digunakan adalah u sementara kita tau bahwa pada akhir terdapat huruf konsonan ng.

Artikel Terkait : Pengertian Parikan | Ciri-ciri, Macam-macam, Fungsi Beserta Contohnya

Tinggalkan komentar