49

Teks Pantun: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Macam, Kaidah dan Contoh

Pada kelas XII kalian pasti pernah belajar sebuah pantun, iya salah satu puisi yang paling popular dan tidak akan hangus dimakan oleh masa. Banyak sekali orang yang suka berkreasi dalam pemikiranya untuk menciptakan sebuah teks pantun yang unik dan menarik.

Tidak sedikit pantun yang diciptakan membuat orang yang mendegarnya sampai tersenyum sendiri, karena kagum akan kata-kata indah yang di rangkai menjadi sebuah pantun. Akan tetapi ketahuilah beberapa ciri teks pantun supaya nanti bisa membedakan antara teks pembukaan pidato dengan teks pantun?

Serta tahukan kamu ada berapa struktur yang dapat menyusun teks yang baik dan benar sehingga bisa menjadi teks pantun yang sempurna?. Mari kita pelajari bersama secara lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, stuktur, kaidah kebahaaan sampai contohnya.

Selamat Membaca !

Pengertian Teks Pantun

Pantun merupakan jenis puisi lama dalam kesusasteraan Bahasa Indonesia. Pantun pada umumnya terdiri dari 4 baris tiap bait nya dan bersajak a-b-a-b. Secara keseluruhan bentuk sebuah pantun hanya terdiri dari sampiran dan juga isi.

Sampiran yakni terletak pada baris pertama dan kedua sedangkan untuk isi berada pada baris ketiga dan keempat yang dimana mnjadi sebuah tujuan dari dibuatnya pantun tersebut.

Artikel Terkait : Teks Tantangan : Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis, dan Contoh

Struktur Teks Pantun

Pantun memiliki beberapa stuktur yang wajib untuk kalian ketahui, dalam pembuatan teks pantun yang baik dan benar kalian harus memperhatikan beberapa unsur pantun berikut ini :
– Sampiran
Sampiran terletak pada dua baris pertama dan kedia biasanya tidak ada hubungan dengan baris ketiga dan keempat.
– Isi
Isi terletak pada dua baris terakhir yang merupakan sebuah tujuan dari dibuatnya pantun tersebut. Namun terkadang bentuk sampiran membayangkan si dari pantun dan posisinya sampiran tidak bisa digantikan oleh isi.

Ciri-Ciri Teks Pantun

Pantun dibagi menjadi beberapa macam dan berbagi jenis, untuk memudahkan mengenali jenis pantun apakah itu, kalian bisa memahami ciri-ciri dari teks pantun berikut 2 ciri-ciri yang bisa kamu pelajari.

Pantun 4 Baris Memiliki Ciri-Ciri :

– Satu bait terdiri dari 4 (empat) baris.
– Baris 1 dan 2 adalah sampiran atau pembayang.
– Baris 3 dan 4 adalah isi.
– Satu baris tersusun dari 4 sampai dengan 6 suku kata.
– Satu bait terdiri dari 8 sampai dengan 12 suku kata.
– Memiliki sajak a-b-a-b.

Artikel Terkait : Macam-Macam Teks Pantun Dalam Materi Bahasa Indonesia

Pantun 2 Baris Memiliki Ciri-Ciri :

– Satu bait tersusun dari 2 baris.
– Satu baris terdiri dari 4 sampai 6 suku kata.
– Satu baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
– Memiliki sajak a-a.
– Baris pertama merupakan sebuah sampiran.
– Baris kedua merupakan isi.

Macam-Macam Teks Pantun

Teks pantun terbagai menjadi 3 jenis menurut siklus kehidupan yang nantinya tiga jenis ini akan dibagi menjadi beberapa jenis lagi sesuai kepada siapakah pantun ini ditujukan.

1. Pantun Anak-Anak : Jenis teks pantun ini berhubungan dengan masa kecil (anak-anak).
2. Pantun Remaja : Jenis teks pantun yang berhubungan dengan kehidupan para remaja di masa muda.
3. Pantun Orang Tua : Jenis pantun yang berhubungan dengan orang tua.

Pada umunya ketiga jenis ini disesuaikan dan dibedakan menurut jenisnya diantaranya :

1. Pantun Anak-Anak dibagi menjadi :

– Pantun Jenaka
– Pantun Teka-teki
– Pantun Duka Cita
– Pantun Suka Cita
– Pantun Nasehat
– Pantun Lucu
– Pantun Gokil
– Pantun Konyol

2. Pantun Orang Muda dibagi menjadi :

– Pantun Cinta
– Pantun Berkenalan
– Pantun Gombal
– Pantun Nasib
– Pantun Perceraian
– Pantun Sedih / Galau
– Pantun Bahagia

3. Pantun Orang Tua dibagi menjadi :

– Pantun adat istiadat
– Pantun Agama
– Pantun Nasehat
– Pantun Nasib

Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam pembuatan teks pantun berbeda dengan teks editorial, berikut ciri kebahasaan nya :

Diksi : Pilihan kata yang cocok dalam penggunaanya untuk menyampaikan sebuah gagasan sehingga diperoleh dampak tertentu agar hasilnya seperti yang kita harapkan.

Bahasa Kiasan : Bahasa yang digunakan pelantun untuk memberitahukan makna secara tidak langsung. Pada umumnya hanya berupa ungkapan dan peribahasa.

Imaji : Gambar yang dibuat oleh pelantun secara tidak langsung. Sehingga digambaran dalam teks ini dan dapat dilihat (imaji visual, didengar (imaji auditif), dan dirasa (imaji taktil).

Bunyi / Suara : Pada umumnya muncul dari kiasan, imaji, serta diksi yang diciptakan ketika melantunkan sebuah teks. Biasanya ada unsur rhyme (rima) dan rhytm (ritme). Semua itu untuk memperindah pantun dan supaya lebih mudah di pahami dan di ingat oleh para pembacanya.

Artikel Terkait : Teks Narasi : Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh

Contoh Pantun Lengkap Beserta Pola Sajaknya

Nah setelah kita panjang lebar membahas tentang pengertian dan lainya, kini kita tiba pada penghujung artikel yakni contoh teks pantun. Berikut adalah contoh teks pantun yang bisa kamu jiplak tapi jangan lupa ijin dulu ya dan kasih kritik di kolom komentar di bawah ok.

– Contoh Pantun Cinta

Gadis desa memakai batik
Batiknya warna biru
Terihat indah dan cantik
Wahai engkau yang berkerudung biru

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply