59

Teks Cerita Ulang : Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan [Lengkap]

Sebentar lagi waktu liburan akan datang, biasanya setelah kamu selesai liburan ke sebuah tempat dan mendapat pengalaman baru yang menyenangkan maka kamu akan menceritakan secara lisan kepada orang lain (teman dekat).

Nah teks cerita ulang ini memiliki konsep yang sama, hanya saja cara menyampaikanya dalam bentuk teks. Pada pembahasan sebelumnya banyak sekali contoh teks pembukaan pidato yang sudah kita pelajari. Kali ini kita akan membahas teks cerita ulang secara lengkap mulai dari pengertian, struktur, kaidah, sampai contohnya agar kamu mudah untuk memahaminya.

Selamat Membaca !

Pengertian Teks Cerita Ulang

Pengertian teks cerita ulang (recount) merupakan teks yang menceritakan kembali pengalaman dimasa lampau secara kronologis dengen tujuan memberi informasi atau hanya sekedar menghibur orang yang membaca.

Artikel Terkait : Teks Editorial : Pengertian, Struktur, Kaidah, Contoh [Lengkap]

Ciri-Ciri Teks Cerita Ulang

Sama halnya dengan teks pada umumnya teks cerita ulang ini juga memiliki ciri-ciriyang spesifikasi untuk memudahkan semua orang mengenali jenis teks ini yang diantarnya :

  • Memiliki sifat yang factual dan imajinatif.
  • Menceritakan peristiwa masa lalu dengan detail.
  • Penyusunan cerita yang disesuaikan dengan kronologis.

Unsur-Unsur Teks Cerita Ulang

Dalam pembuatan teks yang satu ini agar menjadi sebuah teks yang utuh dan enak untuk dibaca kamu harus memperhatikan beberapa unsur-unsur yang nantinya digunakan dalam pembuatan teks cerita ulang.

Artikel Terkait : Pengertian Teks Tantangan Struktur, Kaidah, dan Contohnya

Ada beberapa unsur yang harus kamu perhatikan diantaranya :

  • Tema / topik
  • Alur
  • Penokohan
  • Latar
  • Amanat
  • Nilai dalam cerita

Jenis-Jenis Teks Cerita Ulang

Teks Cerita Ulang dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis, diantaranya rekon faktual (informasional), rekon imajinatif, danrekon pribadi.

  • Rekon Faktual (informasional) = merupakan cerita ulang yang berisi kejadian factual contohnya seperti eksperimen ilmiah, laporan, dan lainya.
  • Rekon Pribadi = merupakan cerita ulang (recount) tentang kejadian yang dimana sang penulis terlibat di dalamnya secara langsung.
  • Rekon Imajinatif = merupakan teks cerita ulang yang di dalamnya terdapat cerita imajinatif dengan penjelasan lebih detail.

Struktur Teks Cerita Ulang

Dalam pembuatan teks agar menjadi teks yang baik dan benar di perlukan struktur teks yang benar. Maka dari itu kamu harus memperhatikan beberapa struktur ini untuk membuat teks cerita ulang yang utuh.

Apa saja struktur nya? Ada 3 (tiga) yakni orientasi, peristiwa, dan reorientasi. Guna lebih lengkapnya ada di bawah ini.

  • Orientasi (Pengenalan) : Struktur pertama memberikan informasi entang siapa, dimana dan kapan peristiwa itu terjadi (kejadian di masa lalu).
  • Peristiwa (Events) : Stuktur kedua rekaman peristiwa yang terjadi, biasanya disampaikan dalam urutan kronologis, contohnya seperti ini :

“saya liburan tahun lalu ke …., dan pada akhir tahun nanti saya …, dan rencana tahun depan saya ingin ke …,”

Pada struktur kedua (peristiwa / events) terdapat komentar pribadi tentang perisitwa atau kejadian yang diceritakan.

  • Reorientasi(Pengulangan Pengenalan) : Pada struktur terakhir ini terdapat pengulanganpengenalan yang ada pada struktur yang pertama (orientasi), pengulanganini merangkum semua urutan peristiwa, kejadian, dan semua kegiatan yang sudahdiceritakan.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Ulang

Ada beberapa ciri kebahasaan yan digunakan dalam teks cerita ulang agar mudah untuk dibaca dan dipahami diantaranya adalah konjungsi subordinatif waktu dan verba tingkah laku.

Apa itu konjungsi subordinatif waktu dan verba tingkah laku? Contohnya seperi apa? Tenang saja penjelasan lengkapnya kamu bisa lihat di bawah ini.

  • Verba Tingkah Laku : merupakan verba yang lebih menunjukan pada sikap yang dinyatakan dengan ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak terlihat). Seperti kata memberi pada sebuah kalimat.
  • Keterangan Waktu Lampau: merupakan kata keterangan waktu yang menyatakan waktu yang sudah berlalu contohnya seperti : pagi-pagi, sesudah, sebelum, sering, pernah.
  • Menggunakan suku kata yang menunjukan tempat danwaktu.
  • Mengguankan suku kata yang menunjukan siapa, apa , dimana, kapan, dan bagaimana.

Cara Mengonversi Teks Cerita Ulang

Seperti teks pada umumnya, teks cerita ulang yang biasanya disampaiakan secara lisan juga dapat diubah menjadi bentukteks. Dari hasil konversi semua model teks akan tetap sama.

Ada beberapa tahap dalam mengonversi teks cerita ulang ini menjadi teks yang baikdan benar. Berikut beberapa langkah yang harus kalian pahami dengan benar dalam mengonversi teks.

  • Membaca dengan seksama teks secara keseluruhan.
  • Mencermati pilihan suku kata (diksi) yang benar dalam teks cerita ulang.
  • Merangkum semua isi dari teks cerita ulang secara menyeluruh.
  • Menentukan jenis teks apa yang akan digunakan dalam mengonversi.
  • Menulis teks ulang dengan bentuk lain secara utuh.
  • Merevisi bentuk teks baru dengan tujuan meminimalisir adanya kesalahan.

Contoh Teks Cerita Ulang Lengkap Beserta Strukturnya

Hiking Ke Gunung Lawu

Berhubung hari ini saya lagi bahagia saya akan memberikan pengalaman pribadiku kepadakamu, saya buat menjadi contoh teks cerita ulang singkat beserta strukturnya, mohon dikoreksi jika ada kesalahan dalam penulisanya.

Orientasi (Pengenalan) :`
Pada bulan April tahun 2018 saya bersama teman-teman organisasi pergi keKota Magetan untuk melakukan hiking ke Gunung Lawu sekaligus untuk melakukan refreshing karena kegiatan pekerjaan yang begitu padat.

Artikel Terkait : Contoh Teks Cerita Ulang Pribadi / Fakta / Imajinatif / Biografi

Peristiwa (Events) :
Pada saat itu kami semua sudah menginap disalah satu rumah teman yang berada di Kota Magetan. Perjalanan dimulai dari Kota Magetan, ini pertama kalinya saya hiking kegunung. Kami berangkat menuju pos pendakian Gunung Lawu (Cemoro Sewu) menggunakan bus mini (elf). Setelah 1 jam perjalanan kami semua tiba di pos pendakian cemoro sewu.

Pada saat itu juga kami melakukan perjalanan ke puncak pukul jam10.00. Pada saat itu kabut tebal menyelimuti area pendakian namun dengan semangat kami yang kuat tak akan menjadi penghalang. Kami menuju puncak secara bersamaan. Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam kami akhirnya sampai di Mbok Yem yang dimana tempat ini merupakan tempat peristirahatan para pendaki. Kami pun memutuskan untuk bermalam disini Karena tidak ada satupun dari kamiyang membawa tenda.

Reorientasi (Pengulangan Pengenalan) :
Perjalanan kami kaliini tidak sia-sia karena kami jadi lebih mengerti arti kebersamaan dan tolong menolong serta bersyukur terhadap nikmat yang sudah Tuhan berikan, bahwa segala sesuatu yang diciptakanya itu begitu indah dan sayang jika kita lewatkan begitu saja.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply