Pengertian Parikan Lengkap Beserta Ciri-Ciri, Macam dan Contohnya

Mungkin sebagian dari kita sudah pernah mendengar atau mempelajari materi aksara jawa dan parikan lengkap dengan ciri-ciri, jenis sampai contohnya. Dulu, waktu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dalam pelajaran bahasa jawa. Parikan jika di terjemahkan ke bahasa indonesia adalah sebuah pantun.

Apakah diantara kalian sudah ada yang tau apa itu parikan? tenang saja disini kita akan membahasanya secara lengkap supaya kalian mudah untu memahaminya. Berikut pengertian, ciri-ciri, macam dan juga contoh parikan dengan berbagai tema yang sudah disediakan.

Selamat Membaca !

Pengertian Parikan

Dalam bahasa jawa parikan yaiku “unen-unen kang duadi soko rong ukara, ukara kang kapisan kanggo narik kawihetan, dene ukara seng kapindo minangka isi“. Jika di terjemahakan ke dalam bahasa indonesia bunyinya seperti ini.

Parikan adalah “rangkaian kalaimat yang terdiri dari 2 baris, baris yang pertama adalah kalimat penarik sedangkan kalimat kedua merupakan isi“.

Artikel Terkait : Pengertian Tembang Macapat | Guru Gatra, Guru Wilangan, dan Guru Lagu

Parikan memiliki istilah kidungan yang artinya pada salah satu bagian dalam kesenian tradisional ludruk. Dalam kesenian tradisional yang masih bertehan sampai saat ini memiliki tiga (3) jenis parikan yang di utarakan sebelum pertujukan ludruk dimulai.

Jenis yang pertama lamba yakni “parikan panjang yang berisi sebuah pesan“, kedua kecrehan yakni ” parikan pendek yang kadang-kadang isinya tentang bercandaan terhadap lawan bermain), yang terakhir dangdutan (pantun yang bisa berisi kisah kisah lucu, konyol dan kocak).

Ciri-Ciri Parikan

Untuk memudahkan kalian dalam memahami dan mengenali parikan berikut ciri-ciri yang bisa kalian pelajari ada empat ciri-ciri dari parikan diantaranya adalah :

  • Mempunyai purwakhanti AB-AB.
    (Jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia “Memiliki sajak AB-AB“)
  • Yen Kedadean rong (2) baris, baris sing kapisan iku sampiran, baris seng kapindo isi.
    (Jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia “Jika menggunakan dua baris, baris yang pertama adalah sampiran, sedangkan baris kedua adalah isi“)
  • Endhote parikan ono rong yaiku 4-4 lan 4-8.
    (Jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia “Bait parikan ada 2 jenis yakni 4-4 dan 4-8“)
  • Guru kaedane parikan kanggo pitutur nyemoni lan gegojekan.(Jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia “agar setiap kata yang digunakan parikan harus memenuhi syarat guru gatra, guru wilangan lan guru lagu“)

Artikel Terkait: 30+ Contoh Parikan Lengkap Berbagai Tema Beserta Jenis-Jenisya

Macam-Macam Parikan

Ada dua macam dalam parikan yang sering digunakan oleh orang jaman dahulu dalam pembukaan pentas ludruk. Dalam pentas tersebut wajib menggunakan parikan sebagai pembuka acaranya berikut macam macam dan jenis parikan yang digunakan.

  • Pitutur : parikan iki fungsine nggo nasehat lan nyampeno amanat.
    (Jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia “pantun ini fungsinya hanya menyampaikan nasehat dan amanah“).
  • Peseman : parikan iki fungsine kanggo sindiran lan guyonan.
    (Jika di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia “pantun ini berfungsi hanya untuk sindiran dan bercandaan saja“).

Contoh Parikan

Jika kalian sudah paham tentang pengertian, ciri-ciri dan macam dari parikan tiba saatnya kita masuk pada contoh parikan. Semoga dengan pembahasan di atas kalian mudah untuk memahaminya berikut contoh parikan 4-4 dan 4-8.

Parikan (4 wanda + 4 wanda) x 2

  • Wedang bubuk gula jawa
    Yen Kepethuk ati gelo
  • Jemek-jemek gula jawa
    Ojo ngenyek marang kanca

Parikan (4 wanda + 6 wanda) x 2

  • Manuk emprit, menclok godhong tebu. Dadi murid, seng sregep sinau
  • Bisa nembang, ora bisa nyuling. Bisa nyawang, ora bisa nyanding.

Parikan (3 wanda + 5 wanda) x 2

  • Eseme, manis-manis. Gumune, ora uwis-uwis.
  • Sirahe, gobek-gobek, tanda e ora gelem ketemu.

Tinggalkan komentar