Jenis-Jenis Frasa Lengkap | Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Susunan kalimat yang tersusun dari beberapa satuan kata atau lebih. Dan satuan kata yang membentuk kalimat tersebut menempati fungsi tertetu. Fungsi-fungsi tersebut sering kita sebut dengan Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel), dan Keterangan (Ket).

Beberapa fungsi di atas boleh di cantumkan boleh tidak dalam sebuah kalimat jadi tidak terpaku pada suatu fungsi tersebut. Namun ada beberapa fungsi yang wajib digunakan yaitu Subjek (S) dan Predikat (P). Fungsi dari subjek dan predikat ini dalam sebuah kalimat bisa tersusun atas kata, frasa, atau klausa.

Nah sampai sini bagaimana sudah faham atau belum? jika masih kesulitan memahaminya kalian bisa mempelajari pengertian frasa dan juga jenis-jenis frasa. Tenang kami sudah menyiapkan ciri-ciri dari frasa untuk mempermudah kalian mengenali beberapa jenis frasa nantinya.

Selamat Membaca..!

Definisi / Pengertian Frasa

Frasa merupakan satuan yang terdiri dari dua kata atau lebih yang memiliki satu fungsi pada sebuah kalimat. Frasa tidak dapat membentuk kalimat yang sempurna karena tidak memiliki predikat.

Biar kalian mudah memahaminya kami sudah menyediakan beberapa contoh frasa yang akan membantu kalian memahami pengertian dan apa itu frasa.

Contoh Frasa : Tiga orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) baru itu sedang membaca buku di perpustakaan.

Perhatikan penjelasan dari fungsi kalimat di atas :

1. Tiga orang Siswa (S)

2. Sedang membaca (P)

3. di perpustakaan (Ket. tempat)

Kalimat di atas terdiri kurang lebih dari tiga frasa yakni ” tiga orang siswa “, ” sedang membaca “, ” di perpustakaan

Artikel Terkait :  9+ Contoh Wangsalan Lengkap | Tunggal, Rangkep, Lamba, dan Literer

Ciri-ciri Frasa Lengkap

Untuk memudahan kalian dalam memahami materi frasa kali ini, kalian harus mengerti apa saja ciri-cirinya berikut ini yang sudah kami siapkan untuk kalian diantaranya yaitu :

1. Frasa harus terdiri minimal dua kata atau lebih.

2. Memiliki fungsi gramatikal dalam sebuah kalimat.

3. Frasa harus memiliki satu makna gramatikal.

4. Frasa bersifat non predikatif.

5. Frasa selalu mempunyai satu fungsi dalam sebuah kalimat.

Artikel Terkait : 75+ Contoh Geguritan Bahasa Jawa dengan Berbagai Tema

Beberapa Kategori Frasa

Kategori frasa di bedakan menjadi 3 jenis yakni yang pertama frasa bertingkat, frasa setara, dan yang satu lagi frasa idiomatik. Berikut penjelasanya secara singkat supaya kalian semua faham apa pesan yang di sampaikan dan memudahkan kalian dalam memahami sebuah frasa.

  • Penjelasan Frasa Setara dan Frasa Bertingkat

Suatu frasa yang bisa di katakan setara jika unsur penyusunya memiliki kedudukan yang sama atau setara.

Contoh Frasa Setara : Saya dan teman saya makan-makan dan minum di depan gerbang sekolahan.

Frasa ” saya dan teman saya” merupakan frasa yang sama, karena antara unsur “saya” dan unsur “teman” mempunyai kedudukan yang setara atau tidak saling menjelasakan satu sama lain. Sama juga seperti “makan-makan” dan “minum” juga termasuk dalam katergori frasa setara.

Frasa setara bisa dikenali oleh adanya kata ” dan ” / “atau” di antara kedua unsurnya.  Selain frasa setara ada juga jenis yang kedua yakni frasa bertingkat. Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri dari inti dan juga atribut.

Contoh Frasa Bertingkat : Saya akan pergi ke Bandara nanti malam

Frasa “nanti malam” terdiri dari unsur atribut dan sebuah inti kalimat.

  • Frasa Idiomatik

Coba kalian amati 2 buah kalimat yang ada dibawah ini :

  1. Dalam sebuah peristiw kebakaran hutan kemarin, seorang polisi hutan menjadi kambing hitam.

  2.  Untuk acara tasyakuran, keluarga Eka menyembelih dua ekor kambing hitam.

Pada kalimat pertama dan kedua menggunakan frasa yang sama yakni frasa ” kambing hitam “. Pada kaimat pertama (1) kambing hitam memiliki makna orang yang dipermasalahkan dalam sebuah kejadian, sedangkan pada kalimat kedua (2) memiliki makna seekor kambing yang memiliki bulu warna hitam.

Artikel Terkait : 50+ Kumpulan Contoh Geguritan Bahasa Jawa Beserta Strukturnya

Jadi pada intinya frasa yang memiliki makna tidak bisa di jelaskan berdasarkan makna kata yang membentuknya dan jenis frasa seperti ini sering disebut dengan frasa idiomatik.

Artikel Terkait : Aksara Jawa Lengkap dengan Sandangan dan Pasangan + Aksara Murdha

Konstruksi Frasa

Frasa memiliki dua (2) konstruksi, yakni konstruksi endosentrik dan eksosntrik. Nah untuk penjelasan singkatnya kalian bisa membacanya di bawah ini. Perhatikan kalimat di bawah ini :

Kedua Saudagar itu telah mengadakan jual beli

  • Frasa Eksosentrik

Definisi dari ftasa eksosentrik adalah frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsur di dalamnya.

Kalimat di atas terdiri dari frasa “kedua saudagar itu telah mengadakan jual beli“. Menurut frasanya “kedua saudagar itu” dan “telah mengadakan” merupakan jenis kontruksi frasa endorsentrik. Sedangkan untuk kata “jual beli” merupakan jenis frasa eksosentrik.

Kesimpulan : Frasa kedua saudagar itu dapat diwakili dengans satu kata yakni saudagar. Namun frasa jual beli tidak dapat diwakili oleh dua kata yakni kata jual dan beli. Karena kedua kata tersebut merupakan inti kalimat, sehingga memiliki kedudukan yang sama.

  • Frasa Endosentrik

Frasa yang satu ini memilki 3 jenis yang berbeda untuk penjelasan singkatnya kalian bisa mempelajarinya di bawah ini :

1. Frasa Endosentrik (Koordinatif) : dihubungkan dengan kata “dan” / “atau“.

Contoh Frasa Endosentrik Koordinat : Kamar tidur dan kamar mandi masih di perbaiki.

2. Frasa Endosentrk (Atribut) : Frasa ini tersusun dari unsur-unsur yang tidak setara.

Contoh Frasa Endosentrik Atribut : Pekarangan yang luas ini nantiya akan dibuat super market milik perusahaan ternama.

3. Frasa Endosentrik (Aposif) : Frasa yang satu ini memiliki makna sama dengan unsur pada umumnya. Unsur yang dimaksud merupakan unsur pusat, sedangkan unsur keterangan adalah sebuah aposisi.

Contoh Frasa Endosentrik Aposif : Hizbul, Prasetyo dan Dimas, berhasil menjadi santri terbaik semester ini.

Kelas-Kelas Frasa

Kelas frasa sendiri terbagi menjadi 6 bagian yang berbeda-beda yang diantaranya frasa benda, sifat, kerja, keterangan, bilangan dan juga depan. Berikut adalah penjelasan singkat tentang kelas frasa

1. Frasa Kerja atau Frasa Verba

Frasa yang pendistribusianya sama dengan kata kerja atau verba.

Contoh : Ani sejak tadi akan menulis dengan bulpoin baru.

Kesimpulan : frasa akan menulis merupakan kata kerja dan distribusinya sama dengan kata kerja menulis.

2. Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva

Frasa yang distibusinya sama dengan kata sifat ini mempunyai kesamaan berupa kata sifat. Untuk lebih jelasnya kalian bisa melihat contoh dibawah ini.

Contoh :

  • Modifikasi motor yang di pamerkan itu memang bagus-bagus.

  • Modifikasi motor yang dipamerkan itu bagus-bagus.

3. Frasa Benda atau Frasa Nomina

Frasa yang satu ini distribusinya sama dengan kata benda, Letak unsur pusat frasa benda yakni pada sebuah benda seperti contoh di bawah ini.

Contoh :

  • Zevan menerima hadiah ulang tahun.

  • Zevan menerima hadiah.

Kesimpulanya karena frasa hadiah ulang tahun di kalimat distribusi sama dengan kata benda yakni hadiah.

4. Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia

Jenis frasa ini sama dengan kata keterangan yang pada umumnya frasa keterangan ini juga menempati posisi dalam sebuah kalimat sebagai ketarngan, baik itu keterangan waktu, tempat atau latar belakang.

  • Frasa Keterangan sebagai keteranga pada sebuah kata kerja

Contoh : Saya tidak hanya bertanya, namun juga memberikan usulan.

  • Frasa keterangan sebagai keterangan

Frasa ini pada umumnya memiliki kekuasaan berpindah karena fungsinya sebagai keterangan. Oleh karena itu farasa ini bisa terletak di depan atau di belakang subjek.

Contoh : 

  • Dia tidak biasanya pulang jam segini
  • Dia pulang jam segini tidak biasanya
  • Tidak biasanya dia pulang sampai jam segini

5. Frasa bilangan atau Frasa Numeralia

Frasa yang cara distribusinya sama dengan kata bilangan. Terkadang frasa bilangan di bentuk dengan menambahkan kata penggolongan atau kata bantu bilangan.

Contoh : Tiga Sahabat itu beramin di tempat yang tinggi itu.

6. Frasa Depan atau Frasa Preposisional

Frasa ini terdiri dari kata depan dengan tambahan kata lain sebagai unsur tambahan.

Contoh : Perempuan di dean itu mengajukan pertanyaan kepada seorang pembicara.

Dari beberapasa jenis frasa ada juga frasa yang memiliki sifat ambigu contohnya seperti di bawah ini :

Contoh : Motor mewah dan mobil tetangga yang baru.

Dari contoh di atas memiliki 2 makna yang berbeda, kesimpulanya yakni kambing yang berbulu hitam dan suatu ucapan yang berarti orang yang di permasalahkan dalam konteks ini.

Frasa mobil tetangga yang baru juga dapapt memiliki 2 makna yang berbeda contohnya mobil dan yang baru adalah milik tetangga (bukan milik ia sendiri). Frasa ambigu nantinyaakan menjadi kalimat yang jelas dan mudah di pahami.

Tinggalkan komentar