Apa Fungsi Bahasa Daerah di Indonesia? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai peradaban yang tinggi, terkenal dengan ke anekaragaman budayanya salah satunya bahasa daerahnya. Lalu apa saja fungsi dari bahasa daerah itu sendiri? selain sebagai alat komunikasi di daerah tersebut.

Para ulasan berikut ini dimasfan.com akan membahas fungsi dari bahasa daerah, karena yang kita ketahui sejauh ini bahasa daerah sendiri hanya memiliki fungsi sebagai alat komunikasi yang sama fungsinya seperti bahasa-bahasa lainya.

Namun apabila kita mempelajari lebih dalam, setikdanya ada 4 fungsi utama dari bahasa daerah. Sebelum kita masuk ke pembahasan lebih lanjut tentang fungsi daerah, mari simak terlebih dahulu tentang pengertian bahasa daerah sebagai berikut.

Pengertian Bahasa Daerah (Bahasa Tradisional di Indonesia)

Bahasa daerah atau bahasa tradisional merupakan suatu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi di daerah-daerah tertentu. Sebutan atau istilah bahasa daerah sendiri diperuntukan untuk bahasa yang digunakan sekelompok orang di daerah-daerah tertentu.

Daerah tersebut adalah bagaian dari wilayah suatu negara, yang menggunakan bahasa tersebut hanya sekelompok orang. Berbeda halnya dengan bahasa nasional, masyarakat daerah tertentu secara otomatis telah menggunakan bahasa tersebut dari lahir.

Fungsi dari Bahasa Daerah Serta Kedudukan Bahasa Daerah

Bahasa Daerah mempunyai hubungan yang erat dengan bahasa nasional, yakni bahasa Indonesia. Bahasa daerah mempunyai kedudukan yang tercatat dalam UUD 1945 pasal 36 bab XV, dengan bunyi seperti di bawah ini :

” Negara menghormati dan memilihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional “

Sehingga kita bisa simpulkan bahwa bahasa daerah merupakan kekayaan negara yang dilindungi.

Lalu apa saja fungsi dari bahasa daerah?

Bahasa daerah mempunyai fungsi, sesuai hasil seminar yang dilaksanakan pada tahun 1975. Untuk selengkapnya mengenai seminar bahasa daerah. Di jaman sekarang juga sering diadakan seminar bahasa daerah, yang diselenggarakan oleh kampus-kampus seperti yang sudah dilakukan oleh ITB.

Dari hasil seminar tersebut bisa disimpulkan bahwa bahasa daerah mempunyai kedudukan sebagai lambang negara, sebagai identitas daerah serta sebagai alat komunikasi dari daerah itu sendiri.

Sedangkan untuk fungsi dari bahasa daerah itu sendiri ada 4 berikut ulasan lengkapnya.

1. Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Pengantar

Negara Indonesia menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada permulaan tingkat sekolah dasar (SD). Dimana pada tingkat ini sebagian anak belum bisa menggunakan bahasa nasional, yakni bahasa Indonesia.

Biasanya penggunaan bahasa daerah seperti bahasa jawa, bahasa sunda, dan bahasa daerah lainya, hanya diperbolehkan sampai kelas 3 sekolah dasar saja. Setelah itu dilanjutkan menggunakan bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.

Akan tetapi berberda halnya dengan daerah-daerah tertentu, yang sebagian besar menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa keseharian selama bersekolah.

Mengapa hal ini perlu dilakukan ?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pada permulaan memasuki sekolah dasar tidak semua anak bisa menggunakan bahasa Indonesia.

Bahkan mungkin bisa saja di daerah-daerah tertentu beberapa anak tidak mengenal bahasa Indonesia. Karena sudah terlalu biasa menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

2. Bahasa Daerah Sebagai Sumber Kebahasaan

Pada dasarnya kita sudah sama-sama tau, bahasa daerah di Indonesia setidaknya terdapat 700 daerah, itupun yang baru diketahui.

Karena sampai saat ini pemerintah melalui lembaga bahasa terus meneliti dan mencari tau bahasa daerah yang ada. Maka sangat mungkin di tahun-tahun berikutnya bahasa akan terus bertambah.

Banyaknya bahasa daerah inilah yang menjadi sumber kebahasaan untuk bahasa Indonesia. Sehingga ada beberapa bahasa daerah yang hampir sama dengan bahasa Indonesia.

Maka jangan heran jika kosakata dalam bahasa Indonesia itu setiap bulan bahkan tahunya semakin bertambah.

3. Sebagai Pelengkap Bahasa Indonesia

Bahasa daerah digunakan sebagai pelengkap bahasa Indonesia, bukan hanya digunakan di dalam dunia pendidikan, akan tetapi di gunakan di instasi pemerintahan tingkat daerah.

Mengapa hal ini diberlakukan ?

Sebab masih banyak pegawai pemerintahan di tingkat daerah yang menjadikan bahasa daerah sebagai alat komunikasi resmi. Bukan hanya digunakan sebagai alat komunikasi pegawai, tetapi digunakan antara pihak pemerintahan dengan warga setempat.

Sehingga pada saat mengadakan kegiatan dengan warga di daerah biasanya menggunakan bahasa daerah. Tentu saja orang-orang pemerintahan harus mengerti bahasa daerah tersebut.

4. Bahasa Daerah Merupakan Pendukung Bahasa Nasional

Salah satu fungsi bahasa daerah adalah sebagai pendukung bahasa Indonesia. Bahasa daerah sendiri mempunyai pengaruh terhadap bahasa Indonesia, yang sesuai hasil kongres bahasa daerah pada tahun 1954.

Diantara banyak pengaruh bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia merupakan menambah kosakata, sebagai morfolog dan sintaksis.

Fakta Tentang Bahasa Daerah

Nah tadi kan kita sudah membahas panjang lebar fungsi bahasa daerah beserta kedudukanya. Selanjutnya kita akan membahas tentang fakta-fakta dari bahasa daerah. Kira-kira apa saja yang menjadikan fakta bahasa daerah di Indonesia berikut ulasan lengkapnya.

1. Ada 500++ Bahasa Daerah di Indonesia

Saya pernah membuat satu artikel dengan judul 500+ bahasa daerah di Indonesia, dimana data yang digunakan berasal dari sumber lembaga pengembangan bahasa kemendikbud.

Ada beberapa hal yang menarik salah satunya ialah hampir setengah dari jumlah bahasa daerah dari bagian timur Indonesia.

Dalam arti bahwa daerah tersebut adalah daerah NTT (Nusa Tenggara Timur) dan Papua yang mempunyai bahasa daerah yang paling banyak jika di bandingkan dengan bahasa daerah lainya.

Yang paling mengejutkan adalah pernyataan dari pusat Kemendikbud, tentang bahasa daerah di Indonesia kemungkinan akan terus bertambah.

2. Adanya 700++ Penutur di Indonesia

Masih di dalam pembahasan tentang fungsi bahasa daerah dan faktanya. Kali ini kita bahas tentang penuturan bahasa daerah disetiap provinsi. Bahasa daerah yang banyak dituturkan yakni bahasa jawa, hampir setiap daerah menggunakan bahasa jawa.

Ini mungkin dikarenakan orang jawa pada jaman dahulu banyak melakukan transmigrasi ke daerah-daerah lain, sehingga membentuk sebuah komunitas di tempat yang baru.

3. Salah Satu Bahasa Daerah di Indonesia digunakan di Luar Negeri

Ternyata bahasa jawa bukan saja digunakan di negara Indonesia, tetapi banyak juga digunakan di negara tetangga contohnya seperti negara Malaysia.

Suku jawa di Malaysia terbilang banyak, selain di Malaysia suku jawa juga menempati daerah-daerah pasifik dan juga Suriname di Benua Amerika.

4. Beberapa Bahasa Daerah Mempunyai Levelisasi

Bahasa daerah sangat berbeda dengan bahasa nasional, jika dalam bahasa Indonesia kita hanya mengenai satu penggunaan kata, berbeda halnya dengan bahasa daerah.

Sebut saja bahasa sunda dan bahasa jawa, yang mempunyai levelisasi, setidaknya terdapat 3 tingkatan dalam penggunaan bahasa jawa dan bahasa sunda.

5. Lebih Sering Digunakan Dibandingkan Bahasa Indonesia

Masyarakat Indonesia pasti menggunakan bahasa indonesia hanya pada acara resmi saja, semisal seminar, pertemuan, pidato pemerintahan dan masih banyak yang lainya.

Maka tidak heran jika bahasa daerah lebih sering digunakan dari pada bahasa Indonesia.

6. Ancaman Kepunahan Beberapa Bahasa Daerah

Ada beberapa daerah menjadikan bahasa daerah sebagai alat komunikasi, akan tetapi ada juga daerah tertentu sebaliknya, mereka lebih bangga menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing dari pada menggunakan bahasa nasional.

Karena semua berasal dari sebuah kebiasaan serta pola hidup yang sudah tidak terbiasa lagi menggunakan bahasa daerah.

Cara Melestarikan Bahasa Daerah Agar Tidak Punah

Agar bahasa daerah terus lestari dan tidak punah, maka harus ada upaya dan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Diantaranya sebagai berikut di bawah ini :

1. Menyusun Kamus Bahasa Daerah

Hal ini perlu dilakukan mengingat pentingnya bahasa daerah, apalagi pemerintah telah melindungi serta menjamin keberadaan bahasa daerah, sebagai alat komunikasi lebih mendalam.

2. Dijadikan Sebagai Alat Komunikasi

Hal yang penting yakni menjadikan bahasa daerah sebagai alat komunikasi di daerah tersebut. Mewajibkan setiap warga atau masyarakatnya berkomunikasi menggunakan bahasa daerah. Tentu hal ini sangat membantu anda dalam mempertahankan keberadaan bahasa daerah.

3. Menambah Jam Pelajaran Bahasa Daerah

Poin terakhir ini juga bisa anda coba, sebagai salah satu upaya melestarikan bahasa yang ada, yakni menambah pelajaran bahasa daerah disetiap jenjang di sekolah.

Tentu dengan ditambahnya jam pelajaran bahasa dearah disetiap sekolah akan membantu melestarikan bahasa daerah kedepanya.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat dan membantu anda dalam memperluas wawasan tentang fungsi bahasa daerah. Sampai ketemu di artikel berikutnya yang masih membahas seputar pendidikan.

Tinggalkan komentar